--> Warga Terima Bantuan Pangan Busuk, Ahli Distribusi Keluhkan Manajemen Pangan | Warak Semarang

Warga Terima Bantuan Pangan Busuk, Ahli Distribusi Keluhkan Manajemen Pangan

Sungguh sangat ironis sekali ditengah pandemi Covid-19 ini ada yang memberikan bantuan pangan tidak layak konsumsi. Kebutuhan pangan tidak layak konsumsi terjadi pada sejumlah warga di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.



Waraksemarang.com – Sungguh sangat ironis sekali ditengah pandemi Covid-19 ini ada yang memberikan bantuan pangan tidak layak konsumsi. Kebutuhan pangan tidak layak konsumsi terjadi pada sejumlah warga di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terpaksa harus membuang pangan tersebut, karena bantuan yang dibagikan dalam kondisi busuk dan bau. Warga mengeluhkan bantuan berupa telur, tempe, wortel, kentang, buah salak, dan daging ayam yang terpaksa harus dibuang karena busuk.

Menanggapi kejadian semacam itu, ahli rantai distribusi pangan Wildan S Niam mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan faktor detail dalam pendistribusian.

“Kaidah-kaidah distribusi pangan harus dijalankan dengan ketat. Seperti misalnya komoditas daging beku yang masa kedaluarsanya lebih cepat dibanding beras, maka harus segera didistribusi supaya mutu dan kualitas daging tetap terjaga.” Kata Wildan.

Selain itu, dia menjelaskan, proses awal mulai dari pengadaan, pengepulan, dan pengemasan, harus benar-benar dicermati karena itu dapat memperpanjang usia kedaluarsa bahan pangan.

Wildan juga menyayangkan peristiwa yang terjadi di Garut agar jangan sampai terulang.

“Peristiwa ini menguak betapapemerintah kurang cermat dalam memperhitungkan detail, seperti misalnya waktu yang dibutuhkan dalam proses pendistribusian barang. Semoga tidak terulang.” Pungkasnya. (Red/Dmr)
Name

ahok,1,air,1,aktual,71,al ghazali,1,alissa wahid,1,anies baswdan,2,apbn,1,artikel,2,awalil rizky,8,badan usaha milik negara (bumn),1,balai bahasa jawa tengah,1,banjir,2,banjir demak,1,banjir jakarta,1,bank indonesia,1,barisan nusantara,1,basa basuki,1,batik,2,batik semarang 16,2,beta wijaya,2,budaya,4,bullying siswa purworejo,1,bung hatta,1,cengengesan,4,cinta,2,covid-19,3,defisit apbn,1,dprd kota semarang,1,eko tunas,3,ekonomi,4,emisi udara,1,filsafat,1,framing negatif,1,full day school,1,ganjar pranowo,2,gaya hidup,1,germas berkat,1,gp ansor,2,gubernur jawa tengah,1,guru,1,guru swasta,1,gus dur,2,gusdurian peduli,1,gusdurian semarang,1,hari anti korupsi,1,hari guru nasional,1,hari natal,3,hasil survei,1,hersubeno arief,1,himpunan mahasiswa islam,1,hujan malam malam,1,ibnu athaillah,2,indo barometer,1,informasi,4,inspiratif,1,jagongan,9,jalaluddin rumi,2,jawa,1,jokowi,1,kakekane,14,kearifan lokal,1,kebakaran,1,kelurahan meteseh,1,ketahanan pangan,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,2,kitab al hikam,2,kolom,8,komunitas kaligawe,1,koperasi,1,korupsi,2,krisis pangan,1,laksamana cheng ho,1,lembaga pemberdayaan masyarakat keluarahan (lpmk),1,lingkungan,3,liputan,37,lpmk banjardowo,1,lukman wibowo,1,lukni an nairi,1,lurah semarang,1,makrifat,3,media sosial,1,melenial,1,menanam cabai,1,mh rahmat,1,mulla sadra,1,muslimat nu,2,muslimat nu kediri,1,nahdlatul ulama,2,nahdliyin,1,neraca pembayaran indonesia (npi),1,new normal,1,ngaji,13,nu kota semarang,1,pangan,1,papua,1,papua barat,1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),1,pendidikan,5,penyair,1,pertumbuhan ekonomi,1,pkb kota semarang,3,presiden 2024,1,Profil,1,puan nusantara,1,puisi,7,puisi kampungan,1,puisi menolak korupsi,1,rabi'ah al-adawiyah,1,radikal,1,ranggawarsita,1,rijalul ansor,1,ruangguru,1,saat suharto amjad,1,sampah,1,sastra,7,sastrawan,1,satu dekade haul gus dur,1,satu suro,1,sekolah,1,sekolah inklusif,1,sekolah online,1,selingkuh,1,semar,1,semarang hebat,1,silaturahmi akbar,1,siswi disabilitas,1,suluk,1,suluk linglung,2,sunan kalijaga,3,tadarus budaya,1,tafsir,2,tahun baru,1,tasawuf,4,tatak ujiati,2,togel,1,togel semarang,1,urbanisasi,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,utang pemerintah,1,virus corona,1,wakaf,1,wakaf produktif,1,wildan sukri niam,2,
ltr
item
Warak Semarang: Warga Terima Bantuan Pangan Busuk, Ahli Distribusi Keluhkan Manajemen Pangan
Warga Terima Bantuan Pangan Busuk, Ahli Distribusi Keluhkan Manajemen Pangan
Sungguh sangat ironis sekali ditengah pandemi Covid-19 ini ada yang memberikan bantuan pangan tidak layak konsumsi. Kebutuhan pangan tidak layak konsumsi terjadi pada sejumlah warga di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.
https://1.bp.blogspot.com/-DN5vdbAiGgc/Xpsv7hAM0ZI/AAAAAAAAAik/nowCv3bw2z4uwmmLpDbtD_IfObeXIU1bwCLcBGAsYHQ/s400/Makanan%2Bbusuk.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-DN5vdbAiGgc/Xpsv7hAM0ZI/AAAAAAAAAik/nowCv3bw2z4uwmmLpDbtD_IfObeXIU1bwCLcBGAsYHQ/s72-c/Makanan%2Bbusuk.jpg
Warak Semarang
https://www.waraksemarang.com/2020/04/warga-terima-bantuan-pangan-busuk.html
https://www.waraksemarang.com/
https://www.waraksemarang.com/
https://www.waraksemarang.com/2020/04/warga-terima-bantuan-pangan-busuk.html
true
9044090663897706969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy