--> Bung Hatta: Koperasi dan Tantangan UMKM di Era Global | Warak Semarang

Bung Hatta: Koperasi dan Tantangan UMKM di Era Global

Oleh: Beta Wijaya (Ketua Biru Hijau Nusantara, Pegiat Barisan Nusantara dan Kandank Warak Semarang) Waraksemarang.com - Koperas...



Oleh: Beta Wijaya
(Ketua Biru Hijau Nusantara, Pegiat Barisan Nusantara dan Kandank Warak Semarang)



Waraksemarang.com - Koperasi adalah sebuah jalan terbaik dalam rangka menjawab segala tantangan UMKM saat ini, Koperasi lahir sebagai reaksi terhadap sistem liberalisme ekonomi, yang muncul pada abad ke-19 susunan masyarakat kapitalis sebagai kelanjutan dari liberalisme ekonomi, membiarkan setiap individu bebas bersaing untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya, dan bebas pula mengadakan segala macam kontrak tanpa campur tangan pemerintah.

Pada saat itulah tumbuh gerakan koperasi yang menentang aliran individualisme dengan asas kerja sama dan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Bentuk kerja sama ini melahirkan perkumpulan koperasi.[1]

Dalam prespektif koperasi tersebut menjelaskan sebagaimana pentingnya koperasi sebagai wadah pelaku UMKM untuk mendapatkan kehidupan yang sejahtera dan mampu menjawab segala tantangan dari berbagai zaman. Dalam kehidupan terkait masalah kebutuhan ekonomi itu tidak terbatas, namun sumber untuk mendapatkan perekonomian yang layak terhadap pemenuhan atas diri sangat terbatas.

Maka dari itu Koprasi lahir sebagai candra dimukanya UMKM untuk saling bekerjasama menuju penghidupan sejahtera dan menjadi -kekuatan ekonomi kerakyatan yang superior. Beberapa ekonom berusaha untuk mewujudkan perekonomian yang dapat mensejahterakan masyrakat, salah satunya dengan koperasi, dalam koperasi sistemnya menggunakan azas kekeluargaan, yang di bentuk oleh sekelompok orang yang telah se-iya sekata untuk mengadakan kerja sama.[2]

Peranan Koperasi dan Pemikiran Bung Hatta
Di Indonesia Bung Hatta disebut sebagai bapak koprasi, karena beliaulah yang gencar dan mempelopori ekonomi kerakyatan berbasis koprasi. Mohammad Hatta sebagai bapak koperasi, memiliki pemikiran Kemerdekaan bagi Indonesia juga harus menjamin partisipasi rakyat di dalam pemerintahannya sendiri, sehingga rakyatlah yang berdaulat atas segala apa yang ada di negri ini. [3]

Pengunaan istilah kedaulatan secara verbal sering kali di ungkapkan oleh bung Hatta seperti halnya pada pidatonya;
pada waktu yang akhir ini sering kali orang salah mengartikan “kedaulatan rakyat”, sebab itu ada baiknya kalau saya disini berkata sepatah kata tentang kedaulatan rakyat itu. Kedaulatan rakyat artinya kekuasaan yang dijalankan oleh rakyat dengan secara mufakat. Kata mufakat mestilah ada, barulah kedaulatan itu ada pada rakyat. Putusan yang diambil oleh seorang atau satu golongan saja dengan tiada persetujuan rakyat, bukanlah kedaulatan rakyat. Demikian juga kata mufakat yang dipaksakan kepada rakyat”.[4]

Pemikiran beliau didalam bidang ekonomi, yang sering disebut sebagai ekonomi kerakyatan, ekonomi sosialis ala indonesia, ekonomi sosialis religius ataupun ekonomi pancasila. Pemikiran-pemikiran ekonomi Moh. Hatta untuk mewujudkan cita-cita perekonomian Indonesia atas dasar kerja sama dan kebersamaan (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat) yaitu dengan mendirikan koperasi.

Keseriusan bung hatta dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan, telah dirumuskannya dalam UUD 1945 pasal 33, sebagaimana isinya adalah sebagai berikut:
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi, Air dan Kekayaan Alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.[5]

Dalam UUD 1945 pasal 33, terjabarkan secara jelas bahwa kedaulatan perekonomian rakyat menjadi kedaulatan rakyat seutuhnya sehingga lahirlah masyarakat yang berdikari dalam urusan perekonomian, dan melalui konsensus bersama untuk mencapai kesejahteraan melalui sistem koperasi.

Bung Hatta menjelaskan bahwa dalam koperasi terdapat suatu tujuan yang utama yaitu menyelenggarakan keperluan hidup bersama dengan sebaik-baiknya dan memperbaiki nasib orang-orang yang lemah ekonominya dengan jalan kerjasama. Dalam menguraikan tujuan koperasi, Hatta menganalogikan bahwa antara satu individu dengan individu yang lain seperti sebuah sapu lidi, yang mana kalau lidi itu berjalan sendiri-sendiri menjadi lemah dan mudah dipatah. Tetapi apabila diikat menjadi sapu, ia merupakan satu kesatuan yang kuat dan tak mudah dipatah.[6] Dengan dasar kerjasama tersebut, Hatta berpendapat bahwa koperasi adalah suatu bentuk yang ideal untuk menggerakkan ekonomi rakyat. [7]

Oleh karena itu tidak seperti sebuah badan usaha pada umumnya, koperasi tidak bertujuan untuk mengejar keuntungan layaknya firma dan perseroan. Walaupun pada akhirnya koperasi memperoleh keuntungan, namun keuntungan itu bukanlah suatu tujuan.Wujud koperasi, seperti disebutkan tadi, ialah membela keperluan orang kecil. Mencapai keperluan hidup dengan ongkos semurah-murahnya, itulah tujuannya bukan keuntungan.[8]

Koperasi Menjawab Tantangan UMKM
Beberapa tantangan UMKM di era globalisasi diantaranya; pertama, terkait permodalan, permodalan masih menjadi masalah klasik bagi pelaku UMKM sampai saat ini. Pemerintah diharapkan memberikan kebijakan moneter terkait pinjaman UMKM yang aplikatif terhadap segala lapisan UMKM.

Sehingga UMKM tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan modal yang sesuai kebutuhan dan tingkat kemampuan setiap UMKM, tentu dengan syarat-syarat yang tidak sulit bagi mereka. Dengan adanya koperasi diharapkan mampu sebagai wadah yang dapat menjembatani pelaku UMKM dan Bank nasional yang memberikan layanan permodalan dengan cara sederhana dan pengembalian rendah. Sehingga pelaku UMKM tidak terjerumus di bank-bank plecit atau bank tithil yang malah menggerogoti pendapatan UMKM.

Kedua, aspek pembinaan. Diantaranya; peningkatan kreatifitas produk, peningkatan kualitas produk, dan daya saing. Dengan adanya pembentukan koperasi UMKM tentu bukan hanya sebagai sarana berkumpulnya para pelaku UMKM saja tapi adanya pendidikan SDM melalui mentoring untuk menjawab tantangan yang semakin dinamis.

Koperasi haruslah mempunyai planning edukasi yang benar-benar teruji untuk peningkatan mutu UMKM. Dan silaturahmi antar UMKM harus selalu terjalin rutin dengan maksud bagi pelaku UMKM yang sudah berhasil menjalankan UMKMnya bisa memberikan pembelajaran kepada pelaku UMKM lain yang sedang merintis ataupun membutuhkan bimbingan. Sehingga tantangan kreatifitas produk, kualitas produk, dan daya saing akan terjawab dengan maksimal.

Ketiga, aspek jejaring (networking), di era digitalisasi menumbuhkan sistem globalisasi yang mana antar manusia bisa saling terhubung satu sama lain bahkan antar belahan dunia, hal ini memicu daya saing yang tinggi. Dengan adanya koperasi dalam menjawab persoalan networking/jejaring.

Hal ini diharapkan mampu memberikan sebuah angin segar bagi pelaku UMKM karena apabila dikelola dengan baik terkait jejaring ini UMKM akan tumbuh subur dan mudah mendapatkan informasi mengenai Supplay and Demmand dari kostumer ataupun konsumen dari tingkat besar, menengah, dan kecil dengan sangat mudah. Maka dari itu pengelolaan UMKM oleh koprasi, juga harus terintegrasi dengan sistem digital.

Ketika semua aspek tersebut berjalan dengan baik dan sesuai rule Koperasi yang ideal, yang mana  sesuai dengan pemikiran bung Hatta. Maka dipastikan ekonomi kreatif/ UMKM akan tumbuh subur dengan cepat, dan negarapun akan diuntungkan dengan pertumbuhan laju PDB (Product domestic Bruto )yang meningkat sehingga menekan adanya laju inflasi, menguatnya nilai tukar rupiah dan turunnya angka kemiskinan. Dan koperasi UMKM di Indonesia akan menjadi sebuah sistem ekonomi superior yang mampu menjawab segala tantangan arus global.




[1] Panji Anoraga & Ninik Widiyawati, 2007,  Dinamika Koperasi, Jakarta: PT Rineka Cipta.
[2] Panji Anoraga & Ninik Widiyawati, 2007,  Dinamika Koperasi, Jakarta: PT Rineka Cipta.
[3] Rose Mavis, 1991, Indonesia Merdeka Biografi Politik Muhammad Hatta, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
[4] Mohammad Hatta, 2002 Kumpulan Pidato I, Jakarta : PT Toko Gunung Agung.
[5] UUD 1945 pasal 33.
[6] Mohammad Hatta, 2015,  Membangun Koperasi dan koperasi membangun: gagasan dan pemikiran. Penerbit Buku Kompas.
[7] Mohammad Hatta, 2015,  Membangun Koperasi dan koperasi membangun: gagasan dan pemikiran. Penerbit Buku Kompas.
[8] Mohammad Hatta, 1954, Beberapa Fasal Ekonomi Jild 1 Djalan Ke Ekonomi dan Koperasi, Jakarta : Perpustakaan Perguruan Kementerian.



Video pilihan:

Name

ahok,1,air,1,aktual,71,al ghazali,1,alissa wahid,1,anies baswdan,2,apbn,1,artikel,2,awalil rizky,8,badan usaha milik negara (bumn),1,balai bahasa jawa tengah,1,banjir,3,banjir demak,1,banjir jakarta,1,bank indonesia,1,barisan nusantara,1,basa basuki,1,batik,2,batik semarang 16,2,beta wijaya,2,budaya,4,bullying siswa purworejo,1,bung hatta,1,cengengesan,4,cinta,2,covid-19,3,defisit apbn,1,dprd kota semarang,1,eko tunas,3,ekonomi,4,emisi udara,1,filsafat,1,framing negatif,1,full day school,1,ganjar pranowo,2,gaya hidup,1,germas berkat,1,gp ansor,2,gubernur jawa tengah,1,guru,1,guru swasta,1,gus dur,2,gusdurian peduli,1,gusdurian semarang,1,hari anti korupsi,1,hari guru nasional,1,hari natal,3,hasil survei,1,hersubeno arief,1,himpunan mahasiswa islam,1,hujan malam malam,1,ibnu athaillah,2,indo barometer,1,informasi,4,inspiratif,1,jagongan,9,jalaluddin rumi,2,jawa,1,jokowi,1,kakekane,14,kearifan lokal,1,kebakaran,1,ketahanan pangan,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,2,kitab al hikam,2,kolom,8,komunitas kaligawe,1,koperasi,1,korupsi,2,krisis pangan,1,laksamana cheng ho,1,lembaga pemberdayaan masyarakat keluarahan (lpmk),1,lingkungan,3,liputan,36,lpmk banjardowo,1,lukni an nairi,1,makrifat,3,media sosial,1,melenial,1,menanam cabai,1,mh rahmat,1,mulla sadra,1,muslimat nu,2,muslimat nu kediri,1,nabi nuh,1,nahdlatul ulama,2,nahdliyin,1,neraca pembayaran indonesia (npi),1,ngaji,14,nu kota semarang,1,pangan,1,papua,1,papua barat,1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),1,pendidikan,5,penyair,1,pertumbuhan ekonomi,1,pkb kota semarang,3,presiden 2024,1,Profil,1,puan nusantara,1,puisi,7,puisi kampungan,1,puisi menolak korupsi,1,rabi'ah al-adawiyah,1,radikal,1,ranggawarsita,1,rijalul ansor,1,ruangguru,1,saat suharto amjad,1,sampah,1,sastra,7,sastrawan,1,satu dekade haul gus dur,1,satu suro,1,sekolah,1,sekolah inklusif,1,sekolah online,1,selingkuh,1,semar,1,semarang hebat,1,silaturahmi akbar,1,siswi disabilitas,1,suluk,1,suluk linglung,2,sunan kalijaga,3,tadarus budaya,1,tafsir,2,tahun baru,1,tasawuf,4,tatak ujiati,2,togel,1,togel semarang,1,urbanisasi,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,utang pemerintah,1,virus corona,1,wakaf,1,wakaf produktif,1,wildan sukri niam,2,
ltr
item
Warak Semarang: Bung Hatta: Koperasi dan Tantangan UMKM di Era Global
Bung Hatta: Koperasi dan Tantangan UMKM di Era Global
https://1.bp.blogspot.com/-8jRcn-WInGQ/XmGXsMzZnBI/AAAAAAAAAYg/x8dsEW_p2nsoGLm3ZqPvLFE7iuQ6_VfKQCLcBGAsYHQ/s200/Beta%2BWijaya%2BBarisan%2BNews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-8jRcn-WInGQ/XmGXsMzZnBI/AAAAAAAAAYg/x8dsEW_p2nsoGLm3ZqPvLFE7iuQ6_VfKQCLcBGAsYHQ/s72-c/Beta%2BWijaya%2BBarisan%2BNews.jpg
Warak Semarang
https://www.waraksemarang.com/2020/03/bung-hatta-koperasi-dan-tantangan-umkm.html
https://www.waraksemarang.com/
https://www.waraksemarang.com/
https://www.waraksemarang.com/2020/03/bung-hatta-koperasi-dan-tantangan-umkm.html
true
9044090663897706969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy