--> 4 Ajaran Makrifat dan Manunggal dengan Tuhan dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga | Warak Semarang

4 Ajaran Makrifat dan Manunggal dengan Tuhan dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga Ajaran-Ajaran Makrifat Sunan Kalijaga dalam Suluk Linglung. Suluk Linglung Sunan Kalijaga terdapat beberapa ajaran ...

Sunan Kalijaga



Ajaran-Ajaran Makrifat Sunan Kalijaga dalam Suluk Linglung. Suluk Linglung Sunan Kalijaga terdapat beberapa ajaran makrifat atau ajaran untuk dapat manunggal dengan Tuhan, diantaranya:

1. Pengendalian Hawa Nafsu
Pada bagian pertama "Brahmara Ngisep Sari Pupuh Dhandhang Gula" (artinya ; kumbang menghisap madu), pada episode pertama bait ketiga dijelaskan tentang bagaimana mengendalikan hawa nafsu. Dalam teks tersebut:

"…dennya amrih wekasing urip dadyo nafsu ingobat, kebanjur kalantur eca dahar lawan nendra saking tyas awan perang lan nafsu neki…."

Artinya: "…berbagai usaha ditempuh agar akhir hidupnya nanti, mampu mengatasi atau mengobati nafsu jangan sampai terlanjurterlantur, puas makan dan tidur, sebab hatinya kalah dengan nafsunya…”.

Hawa nafsu yang dijelaskan pada teks dapat diartikan sebagai pengendali diri dalam segala hal yang menyangkut beberapa aspek kehidupan manusia yang cenderung bersikap negatif. Hal ini mengandung
pengertian bahwa pengendalian diri atau mengendalikan nafsu merupakan kunci akhir dari kehidupan manusia.

Dalam teksnya dijelaskan:
"pan isining jagad amepeki, iya iku kang telung prakara, pamurunge laku kabeh, kang bisa pisah iku, yekti bisa amoring ghaib, iku mungsuhe tapa, ati kang tetelu, ireng abang kuning samya, kang angadhangi cipta karsa kang lestari, pamore sukma mulya".

Artinya: " sebab isinya dunia ini sudah lengkap, yaitu terbagi ke dalam tiga golongan, semuanya adalah penghalang tingkah laku kala mampu menjauhi itu, pasti dapat berkumpul dengan ghaib, itu yang menghalangi meningkatkan citra diri, hati yang tiga macam, hitam, merah, kuning, semua itu, menghalangi pikiran dan kehendak tiada putus-putusnya, akan menyatunya dengan Tuhan yang membuat nyawa lagi mulia."

2. Berserah Diri
Pada episode kedua tentang “Kasmaran Pupuh Asmara Dana” (Rindu kasih Sayang Pupuh Asmara Dana)” yang terdiri dari 23 bait.

Dalam episode tersebut menjelaskan tentang Sunan Kalijaga berguru kepada Sunan Bonang serta wejangan-wejangan yang diterimanya. Salah satu wejangan yang diberikan oleh Sunan Bonang kepada
Sunan Kalijaga adalah tentang nilai-nilai pasrah atau tawakkal. Dalam salah satu baitnya disebutkan:

"Utama nireki bayi, dene kang sdiyo murbo, kang amurba ing deweke, misesani aneng sarira, nanging tan darba purba, sira kang murba Hyang Agung, den mantep ing panarima".

Artinya: ”keutamaan ibarat bayi siapapun ingin memelihara, yang mencukupi bayi menguasai pula terhadap dirimu tetapi kamu tidak punya hak untuk menentukan, karena kau ini juga yang menentukan Tuhan Allah yang Maha Agung karena itu mantapkan hatimu dalam pasrah dari padaNya”.

Kodrat manusia sudah ditentukan oleh Allah di "alam sana" sebelum kita dilahirkan, manusia ada karena ciptaan Allah dan juga akan kembali kepada Allah pula. Kekuatan dan daya manusia adalah pemberian dari Allah karena tiada kekuatan selain dari pada-Nya. Manusia hanya bisa berusaha tetapi Allah lah yang akan menentukan hasilnya karena semua itu telah digariskan oleh Allah dalam takdirnya.

Menerima kodrat bukan berarti menjadi manusia pasif, menerima kodrat dan bertindak pasif tidaklah sama. Keduanya berbeda, menerima kodrat berarti menyadari sepenuhnya apa dan siapa diri manusia, sedangkan bertindak pasif berarti tidak mau tahu dan enggan berikhtiar dalam menjalankan tugas hidup manusia sebagai khalifah atau wakil Tuhan di bumi, ini justru menyalahi kodrat.

3. Tafakur
Tafakur berarti berfikir, kata ini berasal dari kata "fikr" yang berarti pikiran. Kata "fikr" dalam perkembangannya merupakan perubahan dari “fark” yang berarti menggosok. Kedua kata itu adapersamaannya, yaitu menggosok, tetapi bedanya dalam kata "fakr" digunakan untuk menggosok benda kongkrit, sedang "fikr" digunakan untuk menggosok atau menggali hal-hal yang bersifat abstrak, yaitu menggali makna sesuatu untuk mencapai hakikatnya, maksudnya berfikir.

Tafakur juga dapat diartikan dengan merenung. Merenung bukan berarti memikirkan sesuatu yang ada di angan-angan pikiran semata tetapi tafakur di sini adalah perenungan tentang makna hidup manusia di dunia agar mengetahui tentang jati diri manusia yang sebenarnya.

Atau dengan kata lain tafakur adalah berfikir (merenungkan) segala hal sebagai sikap kehati-hatian dalam melakukan sesuatu. Dari mana manusia berasal, akan ke mana manusia pergi, bersama siapa manusia pergi, jalan apa yang manusia tempuh, milik siapa sebenarnya manusia dan kepada siapa manusia akan kembali.

Dengan bertafakur orang akan mengetahui jati dirinya dan jika ia telah mengetahuinya maka ia akan mengetahui tujuan hidupnya.

Menurut Sunan Kalijaga, ”barang siapa yang mengetahui tujuan hidupnya, seolaholah ia mengetahui pagere wesi, rineksa wong sajagad (pagar besi yang dijaga oleh manusia sedunia)”.

Tujuan hidup jelas untuk mengetahui dan kembali kepada-Nya yaitu tujuan untuk memperoleh kedamaian, keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Dalam teksnya dijelaskan: "aja lunga yen tan wruh kang pinaranan, lan aja mangan ugi, yen tan wruh rasane, rasane kang pinangan, aja nganggo-anggo ugi, yen durung wruh arane busanadi".

Artinya; ”Jangan pergi kalau belum tahu yang kau tuju, dan jangan makan juga, kalau belum tahu rasanya, rasanya yang dimakan, jangan berpakaian juga, kalau belum tahu kegunaan berpakaian".

Dari teks tersebut menggambarkan bahwa jika seseorang ingin melakukan sesuatu hendaklah ia mengetahui tujuan dan kegunaan yang sebenarnya. Dan itu harus dipikirkan secara matang dan bijak sebab kalau tidak maka apa yang dilakukan itu akan sia-sia belaka. Karena sebenarnya tanda-tanda adanya Allah itu ada pada diri manusia itu sendiri dan hal ini harus direnungkan dan diingat betul oleh manusia, barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya.

4. Menjalankan Syariat Islam
Perlu diketahui sebelumnya bahwa disini tidak membahas syari'at dalam pengertian awam, namun mengedepankan pemahaman syari'at yang ada di dalam kitab-kitab Islam di Jawa pada zaman para wali dan sesudahnya. Kitab-kitab itu memuat syariat Islam yang diajarkan oleh beberapa wali termasuk Sunan Kalijaga dalam Suluk Linglung tersebut.

Tidak seluruh bentuk syari'at yang menjadi perhatian Sunan Kalijaga beberapa hal yang menjadi kunci amalan dalam agama Islam, seperti shalat dan haji, yang menjadi perhatiannya, kedua ibadah ini dilaksanakan secara demonstrative oleh umat Islam.

Sehingga timbul klaim bahwa orang yang tidak melaksanakan kedua ibadah itu dianggap murtad atau telah meninggalkan Islam. Pertama, tentang ibadah sholat. Dalam teksnya disebutkan:

lan haram kawulanipun, lamuna sidqoha iki, lan kawulanipun haram, ia yen munggaha haji, lawan kawlaning haram, lamuna shalata iki.”

Artinya; “Dan akan dimuliakan makhluk-nya, kalau mau mengeluarkan shodaqah; dan dimuliakan makhluknya bagi yang dapat naik haji; dan makhluknya akan dimuliakan kalau melakukan ibadah shalat.
Dalam khazanah Islam Jawa ibadah salat 8 disebut sembahyang.

Kata sembah dan hyang memang ada di dalam kosa kata Jawa Juno. Sembah berarti menghormati, tunduk dan memohon, sedangkan kata Hyang artinya dewa atau dewata. Dengan demikian, kata sembahyang merupakan paduan kata sembah dan hyang yang artinya menyembah kepada dewa atau Tuhan.


Video pilihan:


Name

ahok,1,air,1,aktual,72,al ghazali,1,alissa wahid,1,anies baswdan,2,apbn,1,artikel,2,awalil rizky,8,badan usaha milik negara (bumn),1,balai bahasa jawa tengah,1,banjir,2,banjir demak,1,banjir jakarta,1,bank indonesia,1,barisan nusantara,2,basa basuki,1,batik,2,batik semarang 16,2,beta wijaya,2,budaya,4,bullying siswa purworejo,1,bung hatta,1,cengengesan,4,cinta,2,covid-19,3,defisit apbn,1,dprd kota semarang,1,eko tunas,3,ekonomi,4,emisi udara,1,filsafat,1,framing negatif,1,full day school,1,ganjar pranowo,2,gaya hidup,1,germas berkat,1,gp ansor,2,gubernur jawa tengah,1,guru,1,guru swasta,1,gus dur,2,gusdurian peduli,1,gusdurian semarang,1,Habib Rizieq Shihab,1,hari anti korupsi,1,hari guru nasional,1,hari natal,3,hasil survei,1,hersubeno arief,1,himpunan mahasiswa islam,1,hujan malam malam,1,ibnu athaillah,2,indo barometer,1,informasi,4,inspiratif,1,jagongan,9,jalaluddin rumi,2,jawa,1,jokowi,1,kakekane,14,kearifan lokal,1,kebakaran,1,kelurahan meteseh,1,ketahanan pangan,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,2,kitab al hikam,2,kolom,9,komunitas kaligawe,1,koperasi,1,korupsi,2,krisis pangan,1,laksamana cheng ho,1,lembaga pemberdayaan masyarakat keluarahan (lpmk),1,lingkungan,3,liputan,39,lpmk banjardowo,1,lukman wibowo,1,lukni an nairi,1,lurah semarang,1,makrifat,3,media sosial,1,melenial,1,menanam cabai,1,mh rahmat,1,mulla sadra,1,muslimat nu,2,muslimat nu kediri,1,nahdlatul ulama,2,nahdliyin,1,neraca pembayaran indonesia (npi),1,new normal,1,ngaji,13,nu kota semarang,1,pangan,1,papua,1,papua barat,1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),1,pendidikan,5,penyair,1,pertumbuhan ekonomi,1,pkb kota semarang,3,presiden 2024,1,Profil,1,puan nusantara,1,puisi,7,puisi kampungan,1,puisi menolak korupsi,1,rabi'ah al-adawiyah,1,radikal,1,ranggawarsita,1,rijalul ansor,1,ruangguru,1,saat suharto amjad,1,sampah,1,sastra,7,sastrawan,1,satu dekade haul gus dur,1,satu suro,1,sekolah,1,sekolah inklusif,1,sekolah online,1,selingkuh,1,semar,1,semarang hebat,1,silaturahmi akbar,1,siswi disabilitas,1,suluk,1,suluk linglung,2,sunan kalijaga,3,tadarus budaya,1,tafsir,2,tahun baru,1,tasawuf,4,tatak ujiati,2,togel,1,togel semarang,1,Tony Rosyid,1,urbanisasi,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,utang pemerintah,1,virus corona,1,wakaf,1,wakaf produktif,1,wildan sukri niam,2,
ltr
item
Warak Semarang: 4 Ajaran Makrifat dan Manunggal dengan Tuhan dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga
4 Ajaran Makrifat dan Manunggal dengan Tuhan dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga
https://1.bp.blogspot.com/-RdpyuQg5DhY/XaSGs_Bcc6I/AAAAAAAAAQw/krmytcd_yYESMSlkhIb-5CIwqctCDMzQwCLcBGAsYHQ/s400/Sunan%2BKalijaga%2BSuluk%2BLinglung.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-RdpyuQg5DhY/XaSGs_Bcc6I/AAAAAAAAAQw/krmytcd_yYESMSlkhIb-5CIwqctCDMzQwCLcBGAsYHQ/s72-c/Sunan%2BKalijaga%2BSuluk%2BLinglung.jpg
Warak Semarang
https://www.waraksemarang.com/2020/01/empat-ajaran-makrifat-suluk-linglung.html
https://www.waraksemarang.com/
https://www.waraksemarang.com/
https://www.waraksemarang.com/2020/01/empat-ajaran-makrifat-suluk-linglung.html
true
9044090663897706969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy