About Me

header ads

Ajakan untuk Tidak Lupa Diri dan Selalau Waspada Serat Kalatida Ranggawarsita

Nikmat Sujud


BERBICARA mengenai manusia perspektif agama pada hakikatnya adalah berbicara tentang kepercayaan bahwa manusia itu baik adanya. Apa bila dia gagal untuk baik, pada dasarnya setip agama selalu memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk memperbaiki diri karena setiap agama menuntun manusia menuju ke yang lebih baik.

Berdasarkan ilusinya, manusia kandang-kadang merasa telah mencapai kebaikan. Saat itulah agama memberikan kesadaran bahwa penyempurnaan harus dilakukan terus-menerus. Di sana agama menjadi kebutuhan objektif.

Berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan agama, Ranggawarsita melihat bahwa meskipun sudah memiliki agama sebagai pegangan hidup, manusia harus tetap menjaga sifat yang senantiasa waspada.


Dengan kewaspadaan inilah dimungkinkan rakhmat Tuhan akan bisa diterima oleh manusia. Hal ini diungkapkan oleh Ranggawarsita dalam pupuh 10 dengan kata-kata;

"Sinambi budidaya/Kanthi awas lawan eling/Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma."

Bersama dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan.


Sang Pujangga menulis syair tersebut karena kondisi masyarakat tengah dalam kondisi yang lepas kontrol dan hal itu mungkin juga karena faktor penjajahan yang memaksa masyarakat untuk bertindak sekehendak hati. Selain itu juga dikarenakan kondisi pemerintahan yang kurang memikirkan rakyatnya sebagiamana diakui oleh Ranggawarsita sendiri dalam pupuh 1.

Selain dalam pupuh 10, ajaran untuk senantiasa waspada ini juga terbaca dalam pupuh 3. Bahkan dalam pupuh 3 ini diperjelas dengan dampak yang timbul dari ketidak-waspadaan adalah mudah dikhianati. Hal ini terlihat dari kalimat temah suka ing karsa tanpa wiweka.

Berbicara mengenai ajaran untuk senantiasa memiliki sikap waspada tersebut, al-Qur’an dalam surat Ali Imran ayat 29, dinyatakan bahwa;

"Katakanlah: Jika kamu Menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."