About Me

header ads

Tadarus Budaya Haul Gus Dur ke-10, Melestarikan Budaya untuk Kemanusian


Tadarus Budaya: Melestarikan Budaya untuk Kemanusian

Gus Dur tidak pergi, ia hanya pulang dan Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.”
(Alissa Wahid)

Menurut KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ajaran moralitas Islam yang secara teoritik bertumpu pada adanya lima buah jaminan dasar yang diberikan Islam kepada warga masyarakat, meliputi; keselamatan fisik warga masyarakat (hifdzu al-nafs), keselamatan keyakinan agama masing-masing (hifdzu al-din), keselamatan keluarga dan keturunan (hifdzu al-nasl), keselamatan harta benda dan milik pribadi (hifdzu al-mal), dan keselamatan hak milik dan profesi (hifdzu al-milk).

Itulah konsep yang dijadikan Gus Dur sebagai prinsip Universal Islam. Namun apakah konsep tersebut mampu mengarungi negara kita tercinta Indonesia. Kita telah kehilangan sosoknya, namun konsep Universal Islam perlu senantiasa diperjuangkan

Berpulangnya Gus Dur ke Haribaan Tuhan YME meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Sosok Gus Dur begitu berpengaruh tidak hanya bagi umat muslim, melainkan juga bagi semua umat beragama di Tanah Air yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, keadilan, dan kemanusiaan.

Demi mengenang jasa-jasa Gus Dur semasa hidupnya, rekan-rekan lintas agama dan kepercayaan akan mengadakan peringatan Haul Gus Dur ke-10 dengan tema "Tadarus Budaya: Melestarikan Budaya untuk Kemanusian.”

Kegiatan ini akan dilaksankan pada hari Minggu, 22 Desember 2019, pada puku:  18.30-22.00 Wib. Bertempat di Rumah Dinas Walikota Semarang Jln. Abdul Rahman Saleh, Semarang

Acara akan dimeriahkan oleh pertunjukan seni budaya lintas agama dan kepercayaan. Terbuka untuk umum dan informasi ini sebagai undangan dalam peringatan Haul Gus Dur ke-10. Narahubung : Ajid +62 895-4225-45686.


Video Pilihan: