About Me

header ads

Melenialogi Staf Khusus Jokowi, Tidak Bekerja Full Time Gaji Rp. 51 Juta

Melenialis Staf khusus Jokowi gaji Rp. 51 Juta

Oleh: Lukni Maulana An Nairi


SAYA ini tergolong menjadi bagian dari generasi melenial, karena usia masih kepala 3. Dalam mitologi Yunani ada sosok bernama Kerberos. Kerberos merupakan sosok anjing berkepala 3. Awalnya Kerberos adalah anjing kecil yang lucu dan manis. Namun ketika dewasa Kerberos menjadi mahkluk yang memiliki kepala tiga. Bahkan ia sudah tidak lucu dan manis lagi sebab ia mendapatkan kekuatan dalam tubuhnya yang mampu menyemburkan api.


"Janganlah berjalan seperti gunting,
meskipun lurus tapi memisahkan"

Tapi jangan samakan generasi melenial dengan Kerberos. Meski secara secara psikologi, karakter generasi melenial memiliki sifat emosi yang labil alias kepanasan. Ia tiba-tiba suka teriak-teriak seperti anjing menggongong. Namun anjing sangat penurut.

Seperti saat ini saya lagi memendam emosi. Sebagai generasi melenial, emosi saya bukannya iri karena tidak menjadi staf khusus kepresidenan. Sebab saya sangat sadar betul, saya bukan menjadi bagian oligarki dalam politik Jokowi.

Bukan pula karena gaji staf khusus presiden sebesar Rp. 51 Juta karena hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 144 Tahun 2015 tentang Besaran Hak Keuangan. Jika soal gaji, saya hanya bisa membayangkan saja sebab Istri saya yang seorang guru gaji perbulannya hanya Rp. 500 ribu.

Begitupun soal kerja, sebagaimana kata Presiden Jokowi bahwa para staf khusus milenial tersebut tidak bekerja full time di Istana. Cuman katanya Juru Bicara Presiden yang juga Staf Khusus Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman staf khusus presiden akan bekerja 1 x 24 jam. Meski berbeda perkataan, tetap Pak Presidenlah yang memiliki kuasa. Makanya berkuasalah.

Jadi begini! Jika soal staf khusus, saya sudah berpengalaman di Republik Rumah Tangga (RRT). Saya bekerja sesuai aturan rumah tanggal 1 x 24 jam, bahkan tidak digaji. Ini semua saya lakukan demi masa depan RRT.

Ini saja saya barusan selesai mencuci. Si Jagoan Neon Anjaswira alias anak saya malahan beli Es Cream, uangnya mengambil sendiri di slorok meja tanpa harus meminta. Karena saya menerapkan keterbukaan publik dan transparansi anggaran. Supaya RRT sesuai tata pemerintahan yang good governance dan clean governance. Jadi bukannya saya iri. Saya sudah pakarnya dalam hal tata kelola pemerintahan RRT.


Antara Majalah, Gunting, dan Selotip

Seperti yang saya lakukan saat ini bersenjatakan gunting dan selotip. Gunting bukannya untuk memangkas anggaran dan selotip untuk tutup mulut. Tapi saya gunakan untuk buku-buku dan majalah, supaya tidak cepat rusak.

Ya...Janganlah berjalan seperti gunting, meskipun lurus tapi memisahkan. Selotip seperti oligarki di era Presiden Jokowi, menempelah pada kekuasaan maka akan mendapatkan jabatan.